"Pelaksanaan Muswil ini adalah perintah konstitusi yang tertuang dalam AD/ART. Karena itu kami bersepakat untuk melaksanakannya di Palu. Ini perintah konstitusi dan sifatnya sah," jelas Sofansyah dengan mantap.
Pendapat serupa diungkapkan oleh Ketua DPC PPP Kabupaten Toli-Toli, Muh Saleh. Ia menegaskan bahwa forum tersebut sah secara organisasi dan telah memenuhi kuorum. Baginya, ini baru langkah awal.
"Setelah Muswil tingkat wilayah rampung, kami akan melanjutkan konsolidasi musyawarah tingkat cabang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu dan Pileg 2029," tutur Muh Saleh.
Dengan demikian, konsolidasi internal PPP di Sulawesi Tengah diharapkan makin kokoh. Hal ini penting, mengingat waktu untuk penataan struktur, penguatan kader, dan persiapan menghadapi Pemilu 2029 tidaklah panjang. Partai harus bergerak cepat.
Memang, tidak semua cabang hadir secara fisik. Beberapa ketua DPC berhalangan karena meninggal dunia, sementara yang lain seperti Kota Palu masa berlaku SK-nya sudah berakhir. Namun begitu, kehadiran mayoritas cabang lain dinilai sudah cukup memenuhi unsur representasi. Muswil pun berjalan sesuai koridor aturan yang ada.
Artikel Terkait
Megalit Berusia 1.000 Tahun di TNLL Poso Diduga Dirusak Penambang Ilegal
Dishub DKI Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas untuk Festival Nyepi di Kawasan HI-Monas
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari di Kantor Pemerintah untuk Hemat Energi
Mudik Lebaran dengan Mobil Pribadi: Rincian Biaya yang Perlu Diperhitungkan