Pemerintah Pacu Pengelolaan Talenta Budaya, 5.700 Talenta Sudah Dibina

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:40 WIB
Pemerintah Pacu Pengelolaan Talenta Budaya, 5.700 Talenta Sudah Dibina

Upaya pemerintah untuk menyatukan langkah berbagai kementerian dan lembaga dalam mengelola bakat nasional semakin intens. Ini semua berangkat dari Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (MTN). Intinya, sistem ini ingin jadi satu peta jalan terpadu. Tujuannya jelas: memastikan proses pemetaan, pengembangan, hingga penguatan talenta di berbagai sektor berjalan berkesinambungan.

Dalam rapat koordinasi tingkat menteri Gugus Tugas MTN di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat lalu (6/3/2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon memaparkan capaian setahun ke depan untuk bidang seni budaya. Rapat yang juga diwarnai penandatanganan kerjasama dan NDA soal integrasi basis data talenta ini menjadi momen penting.

Fadli menegaskan, pengembangan talenta budaya bukanlah program tanpa dasar. Ia punya pijakan konstitusional kuat di Pasal 32 UUD 1945, diperkuat lagi oleh UU Pemajuan Kebudayaan dan Perpres yang mengatur MTN itu sendiri.

"Melalui Manajemen Talenta Nasional, kami berupaya menghadirkan sistem pengelolaan talenta yang inklusif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan ekosistem budaya nasional dan global,"

Demikian disampaikan Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/3/2026).

Strateginya bagaimana? Menurutnya, penguatan MTN seni budaya dilakukan lewat pendataan yang komprehensif. Lalu, dibuatlah alur pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. Metode peningkatan kapasitas juga dirancang agar relevan dengan tuntutan global. Yang menarik, program ini memberdayakan berbagai inisiatif publik sebagai pusat pendidikan talenta.

Ekosistem yang dibangun mencakup lima pilar: seni rupa, musik, film, sastra, dan seni pertunjukan. Hasilnya? Pada 2025 nanti, hampir 37.000 talenta budaya telah terdata. Dari jumlah itu, lebih dari 5.700 talenta sudah masuk dalam program pembinaan lanjutan.

Angka lainnya cukup menggembirakan. Ada 208 program yang dijalankan bersama mitra, merambah 58 kabupaten/kota. Bahkan, kerja sama telah terjalin dengan institusi global di 19 negara, menghasilkan 116 rekognisi internasional.

"Saat ini, pangsa pasar film nasional di Indonesia sudah mencapai sekitar 67 persen, sebuah capaian yang baru terjadi dalam satu hingga dua tahun terakhir. Film-film Indonesia juga semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai festival internasional seperti Rotterdam, Berlinale, Udine, dan Busan. Selain itu 5.700 talenta terlibat dalam berbagai program pengembangan dan kerja sama internasional,"

ujarnya.

Di bidang sastra, program MTN telah melibatkan ribuan penulis. Puluhan program digelar, fokus pada penerjemahan karya dan akuisisi oleh penerbit asing. Dunia musik pun tak kalah ramai, dengan hampir 19.000 talenta terlibat dalam produksi dan program pengembangan.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar