Pemerintah Pacu Pengelolaan Talenta Budaya, 5.700 Talenta Sudah Dibina

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:40 WIB
Pemerintah Pacu Pengelolaan Talenta Budaya, 5.700 Talenta Sudah Dibina

"Sementara pada bidang seni rupa terdapat ribuan talenta yang berpartisipasi dalam puluhan program dengan berbagai rekognisi internasional,"

jelas Fadli.

Sebuah kabar gembira datang dari panggung seni rupa dunia. Indonesia akan kembali tampil di Venice Biennale, pameran bergengsi yang berlangsung selama enam bulan, dengan melibatkan talenta hasil binaan MTN. Di panggung seni pertunjukan, ratusan talenta juga aktif dengan puluhan program dan sejumlah penghargaan internasional.

"Capaian ini menunjukkan bahwa talenta seni budaya Indonesia semakin hadir, semakin terlihat, dan semakin aktif dalam ekosistem budaya global,"

tegasnya.

Memang, perkembangan di bidang ini signifikan. Sebanyak 28 program telah tampil di 19 negara, dengan 116 di antaranya meraih rekognisi internasional. Melalui koordinasi lintas sektor dan sistem manajemen yang terintegrasi, MTN diharapkan jadi fondasi untuk membangun SDM unggul di riset, seni budaya, dan olahraga. Tujuannya satu: memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

"Program MTN di bidang ini juga telah membina lebih dari 5.700 talenta unggul di bidang budaya,"

tutup Fadli.

Rapat yang digelar Jumat lalu itu juga menghasilkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan NDA untuk integrasi Basis Data Terpadu MTN. Sistem data ini merupakan amanat Perpres, yang menunjuk Bappenas sebagai koordinator utama registrasi dan integrasi data talenta dari berbagai kementerian dan lembaga.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas Ahmad Pambudi, Wakil Kepala BRIN Amarullah Oktavian, serta pejabat kementerian/lembaga terkait. Sementara dari Kemendikbudristek, Mendikbud didampingi Sekjen Bambang Wibawarta, Dirjen Ahmad Mahendra, dan Direktur Irini Dewi Wanti.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar