Jepara siap kembali memukau dunia. Kota ukir legendaris itu akan menggelar Jepara International Furniture Buyer Weeks, atau JIF-BuyWe, pada Maret 2026 mendatang. Ini sudah yang keempat kalinya. Acara bertaraf internasional itu dijadwalkan berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Maret, dan seperti biasa, bakal memamerkan kekuatan industri mebel lokal yang tak perlu diragukan lagi.
Tahun ini, tema yang diusung adalah "Futuring Tradition". Intinya, mereka ingin menunjukkan bagaimana warisan tradisi ukir kayu yang sudah turun-temurun itu bisa berpadu dengan desain masa kini. Tak cuma soal estetika, inovasi teknologi dan prinsip keberlanjutan juga jadi perhatian utama. Jadi, ini bukan sekadar pameran biasa. Lebih dari itu, JIF-BuyWe adalah upaya serius untuk menancapkan pengaruh furnitur Jepara di peta global.
Yang menarik, konsep pamerannya sendiri berbeda. Kalau biasanya kita datang ke satu gedung besar, JIF-BuyWe 2026 justru mengajak pengunjung keliling kota. Para pembeli dan tamu undangan akan diajak langsung melihat proses kreasi. Mereka bisa mengunjungi workshop para pengrajin, masuk ke pabrik, atau melihat koleksi di berbagai showroom yang tersebar di klaster-klaster industri di seluruh Jepara. Pengalaman yang jauh lebih imersif, tentunya.
Penyelenggaraannya sendiri merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Ada Konsorsium Gerak Jepara dan Kadin setempat, lalu Pemerintah Kabupaten Jepara serta Provinsi Jawa Tengah turut mendukung. Berbagai asosiasi furnitur dan klaster industri di Jepara juga terlibat, tak lupa dukungan dari Yayasan Sahabat Lestari.
Buat Anda yang berminat datang, informasi detail seperti titik lokasi produk, pilihan akomodasi, hingga rekomendasi destinasi wisata sekitar bisa diakses melalui situs resminya di www.jifbw.com. Siap-siap untuk menjelajahi jantungnya industri mebel Indonesia.
Artikel Terkait
Organisasi Kepemudaan Golkar dan UMNO Malaysia Perkuat Kerja Sama, Respons Ketegangan Timur Tengah
Komisi III DPR Gelar RDPU Kasus Nabilah Obrien, Korban Laporan yang Jadi Tersangka
Wakil Ketua MPR: Ketergantungan Migas RI pada Timur Tengah Hanya 20 Persen
FPI Desak Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace, Presiden Beri Sinyal Pertimbangkan