Industri makanan dan minuman kita lagi di sorot nih. Komisi VII DPR RI baru-baru ini ngomongin soal pentingnya insentif dari pemerintah. Tujuannya jelas: biar produk lokal makin bisa bersaing, terutama di pasar global yang ketat banget.
Menurut mereka, sektor ini udah terbukti jadi penggerak ekonomi yang solid. Yang menarik, banyak dari perusahaan ini gak cuma fokus produksi sendiri. Mereka juga melibatkan UMKM-UMKM dalam rantai pasokannya. Jadi, dampaknya lebih luas, nyampe ke pelaku usaha kecil.
“Ini perlu didorong lebih keras,” kira-kira begitu semangat dari rapat dengar pendapat kemarin. Tanpa dukungan yang konkret, bakal susah buat bertahan di tengah gempuran produk impor dan persaingan harga.
Di sisi lain, realitanya di lapangan memang berat. Biaya produksi yang naik, ditambah regulasi yang kadang berbelit, bikin industri ini kelabakan. Makanya, wacana insentif entah itu fiscal atau non-fiscal diharap bisa jadi angin segar. Bukan cuma buat yang gede, tapi terlebih untuk UMKM yang jadi tulang punggung partisipasinya.
Kalau dipikir-pikir, langkah ini cukup strategis. Dengan dongkrak daya saing industri olahan, efeknya bisa berantai: dari lapangan kerja, devisa, sampai ketahanan pangan nasional. Tapi ya, semua balik lagi ke implementasinya nanti. Harapannya, dorongan dari parlemen ini bener-bener ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat sasaran dan nggak numpuk di atas kertas doang.
Artikel Terkait
Organisasi Kepemudaan Golkar dan UMNO Malaysia Perkuat Kerja Sama, Respons Ketegangan Timur Tengah
Komisi III DPR Gelar RDPU Kasus Nabilah Obrien, Korban Laporan yang Jadi Tersangka
Wakil Ketua MPR: Ketergantungan Migas RI pada Timur Tengah Hanya 20 Persen
FPI Desak Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace, Presiden Beri Sinyal Pertimbangkan