"Jadi, Mamah pamit duluan. Kebetulan (beliau) masih bercerita tentang kondisi sekarang di luar negeri dan ada peperangan tadi. Abis ini kata dia menyampaikan tentang krisis bangsa," ujarnya lagi, sedikit menyesal.
Acara buka puasa bersama itu sendiri digelar di halaman tengah Istana. Suasana cukup khidmat. Selain para kiai dan ulama dari berbagai ormas Islam, hadir juga sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Sebut saja Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Mensos Saifullah Yusuf, dan Menag Nasaruddin Umar.
Tokoh-tokoh besar lain juga terlihat. Seperti Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketum MUI K.H. Anwar Iskandar. Mereka semua hadir, berbincang, dan mendengarkan.
Pertemuan itu berjalan cukup lama, hingga larut malam sekitar pukul 23.00 WIB. Intinya jelas: selain menjalin silaturahmi, Presiden ingin menyampaikan pandangannya yang serius tentang tantangan yang dihadapi bangsa, dari dalam maupun luar negeri. Sebuah malam yang penuh dengan percakapan penting di bulan Ramadhan.
Artikel Terkait
Kemnaker Buka Posko Pengaduan THR 2026, Ancam Sanksi Perusahaan Lalai
Jimly: Rekomendasi Reformasi Polri 10 Buku Siap Diserahkan ke Presiden Prabowo
Derbi della Madonnina Tentukan Puncak Klasemen Serie A Pekan Ini
AS Tembak Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 87 Tewas