Malam itu, di KM 93 Tol Cipularang arah Jakarta, riuh lalu lintas tiba-tiba berubah jadi kekacauan. Tabrakan beruntun melibatkan sepuluh kendaraan, berujung pada korban jiwa. Suasana mencekam langsung menyelimuti ruas tol yang biasanya ramai itu.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung cepat. Panji Satriya, selaku Marketing and Communication Department Head Jasamarga, mengonfirmasi kecelakaan terjadi Kamis malam, tepatnya pukul 20.18 WIB. "Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi. Saat ini masih dalam penanganan petugas di lapangan," ujarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun dari petugas di lokasi cukup memilukan. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka berat. Mereka semua sudah dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan.
"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses evakuasi berlangsung," kata Panji menambahkan.
Upaya penanganan pun langsung digeber. Tim dari Jasamarga Metropolitan Tollroad, Patroli Jalan Raya, rescue, hingga ambulans berdatangan ke lokasi. Mereka bekerja sama mengevakuasi korban dan kendaraan yang ringsek. Prosesnya butuh waktu, tapi perlahan situasi mulai terkendali.
Pada pukul 20.59 WIB, satu lajur akhirnya bisa dibuka. Tak lama kemudian, sekitar pukul 21.43, dua lajur sudah dapat dilintasi kembali. Arus lalu lintas pelan-pelan kembali bergerak, meski sisa kepanikan malam itu masih terasa.
Lalu, apa penyebabnya? Sampai berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki. Belum ada keterangan resmi soal pemicu kecelakaan maut tersebut. Yang pasti, keluarga korban kini berduka, dan ruas tol yang macet itu perlahan kembali mengalir, meninggalkan kenangan kelam di KM 93.
Artikel Terkait
FBI dan Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing dari Kupang, Rugikan Rp 350 Miliar
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pencabulan, Serahkan Bukti ke Kuasa Hukum
Penjaga Perdamaian Prancis Gugur, Korban Kedua Serangan di Lebanon Selatan
Mal Baru di Bogor Picu Macet Parah di Jalan Sholeh Iskandar