Lepas dari urusan santunan, Said juga menyoroti isu global yang panas.
Yaitu konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di Timur Tengah. Suaranya terdengar prihatin.
"Sungguh kami sangat menyesalkan konflik itu terjadi," kata Said. "Kami tidak berharap konflik ini akan mendera, akan membebani Timur Tengah sekitarnya dan akhirnya juga sampai ke kami, jangan sampai itu terjadi."
Dia bahkan menyatakan duka atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Baginya, Khamenei adalah saudara sesama muslim dan manusia.
"Kami ikut berduka cita atas meninggalnya Khamenei karena bagaimanapun dia adalah saudara kami, saudara seagama, saudara sekemanusiaan," katanya.
Harapannya jelas: perang harus segera diakhiri. Menurut Said, perang cuma menghasilkan korban, bukan pemenang.
"Dan kami berharap sudahlah akhiri semua ini. Tidak ada perang itu di manapun yang akan membawa keuntungan bagi siapapun, selain membunuh kemanusiaan kita," tegasnya.
Lalu, dengan nada yang lebih personal, Said mempertanyakan peran Donald Trump dan Israel. "Saya tidak mengerti kenapa bara itu ditimpakan oleh Trump dan Israel di Timur Tengah?"
"Kenapa Trump menjepit negara-negara teluk dengan menggandeng Israel, kan posisinya susah. Negara teluk susah, membela Israel akan dikecam rakyatnya dan dunia internasional, sementara membela Iran dia juga akan digebukin Amerika."
Dan dia menutup dengan komentar yang cukup spontan, mengutip apa yang dilihatnya di media sosial. "Saya lihat di TikTok, Trump tidak layak jadi presiden kata ibunya, kata ibunya ya di TikTok," pungkas Said.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code Palsu, Satu Pelaku Ditangkap
Prabowo Gelar Pertemuan Maraton dengan Tokoh Islam Bahas Gejolak Global dan Stabilitas Nasional
Gubernur NTT Buka Dialog, PPPK Khawatirkan Ancaman Pemutusan Kerja
Nusron: Upaya Mediasi Prabowo Dapat Dukungan Negara Timur Tengah