Dialog itu dinilai penting. Di satu sisi, ada kebutuhan untuk memastikan masyarakat siap menyambut hari raya dengan tenang. Di sisi lain, situasi global yang terus bergejolak juga perlu dipantau bersama, karena dampaknya bisa menjalar ke mana-mana.
Rupanya, undangan malam itu tak hanya untuk segelintir tokoh puncak. Anwar Iskandar, salah satu yang hadir, menyebut skala acara lebih besar.
"(Agenda) buka puasa bersama. Dengan Pak Nusron, ya nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren, yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," kata Anwar sesaat setelah tiba di Istana.
Dari penjelasannya, terlihat ada sekitar 170 ulama dan habaib yang diundang ke Istana. Acara ini jelas lebih dari sekadar santap malam. Ini adalah bentuk silaturahmi, sekaligus ruang konsultasi antara pemerintah dengan pimpinan umat. Sebuah langkah strategis di tengah suasana Ramadan.
Artikel Terkait
Polres Kotamobagu Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Wartawan
Polres Jaksel Gelar Balap Lari 100 Meter Tengah Malam untuk Cegah Balap Liar
Polres Belitung Ungkap Jaringan Sabu yang Dikendalikan dari Dalam Lapas
Polri Musnahkan Sabu dan Etomidate Hasil Sitaan di Mabes