Kabupaten Sumbawa baru-baru ini menjadi tuan rumah sebuah rapat koordinasi penting. Forum Perangkat Daerah berkumpul membahas penanganan bencana dan perubahan iklim, sebuah isu yang kian mendesak. Rapat ini digelar oleh Program SIAP SIAGA, yang intinya ingin memperkuat kolaborasi dan pengelolaan risiko di daerah.
Nah, SIAP SIAGA sendiri adalah program kerja sama Indonesia dan Australia. Fokusnya ya di pengelolaan risiko bencana itu. Di NTB, program ini mendampingi beberapa kabupaten. Selain Sumbawa, ada juga Lombok Utara dan Lombok Tengah yang mendapat pendampingan serupa.
Lantas, kenapa Sumbawa yang dipilih? Menurut Prasetyo, Policy and Planning Specialist SIAP SIAGA NTB, jawabannya sederhana: permintaan langsung dari pemda setempat. Saat penyusunan rencana kerja tahunan, pemerintah daerah Sumbawa yang mengajukan diri. Permintaan itu kemudian disetujui, mengingat wilayah ini punya potensi risiko bencana yang tak bisa dianggap enteng.
Prasetyo berharap, lewat penguatan kapasitas ini, organisasi perangkat daerah bisa lebih aktif. Harapannya, program pengurangan risiko bencana bisa meresap hingga ke tingkat akar rumput, ke masyarakat langsung.
Artikel Terkait
Penerimaan Pajak Melonjak di Awal 2026, Ekonom Soroti Hasil Reformasi
Kim Jong Un Tinjau Uji Rudal Kapal Perang, Sebut Kemajuan Senjata Nuklir Angkatan Laut
Gubernur Bali Janjikan Dukungan Penuh dan Perbaikan Infrastruktur untuk Kemala Run 2026
PDIP Jatim Santuni 500 Anak Yatim dan 50 Janda dalam Peringatan Nuzulul Quran