NNA melaporkan, sebelum subuh, sebuah drone Israel menghantam apartemen di area Beddawi. Itu adalah sebuah kamp pengungsi Palestina dekat Tripoli. Serangan itu merenggut nyawa seorang pejabat senior Hamas, Wassim Atallah al-Ali, beserta istrinya.
Ini penting. Peristiwa di Beddawi itu disebut-sebut sebagai pembunuhan terarah pertama terhadap pejabat Hamas sejak perang regional pecah pada Sabtu (28/2) lalu. Sebuah eskalasi yang patut dicatat.
Di sisi lain, ada lagi laporan terpisah dari selatan Lebanon. Sebuah drone entah milik siapa menghantam sebuah kendaraan dan menewaskan sedikitnya tiga orang. NNA sendiri enggan berspekulasi tentang dalang di balik serangan yang satu ini.
Jadi, gambaran pagi itu jadi semakin rumit. Serangan yang awalnya diklaim hanya untuk melumpuhkan Hizbullah, pada kenyataannya justru memperlebar lingkaran korban. Perang di Gaza mungkin masih jadi pusat perhatian, tapi kini Lebanon semakin dalam terseret. Dan setiap serangan seperti ini hanya membuat jalan menuju gencatan senjata terasa semakin jauh.
Artikel Terkait
Indonesia Gandeng Tiongkok Tingkatkan Riset dan Produksi Padi di Merauke
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan
Kemenag Dorong Pesantren Besar Sediakan Psikolog untuk Santri