Kenapa Harus Rp 1? Ini Alasannya
Nah, buat yang penasaran kenapa kadang disebut 'gratis' tapi kadang ada tarif Rp 1, Welfizon punya penjelasan teknis. Ternyata, itu urusan sistem digitalnya.
"Di sistem Transjakarta, MRT, dan yang lain, nilai 0 itu harus ada nominalnya. Makanya jadinya Rp 1. Sebenarnya hampir sama dengan gratis, tapi secara teknologi harus ada proses transfer rupiah dari kartu. Jadilah dikonversi dari 0 jadi Rp 1,"
paparnya.
Jaringan Transjakarta Sekarang Makin Besar
Di sisi lain, layanan Transjakarta sendiri sekarang makin luas jangkauannya. Bayangkan saja, ada 14 koridor Bus Rapid Transit (BRT) utama yang beroperasi nonstop 24 jam. Belum lagi layanan pendukungnya, mulai dari angkutan feeder, Mikrotrans, Royaltrans yang premium, sampai layanan khusus untuk disabilitas dan bus wisata.
Dengan segala layanan itu, jaringan Transjakarta diklaim sudah menjangkau sekitar 91,7 persen wilayah DKI. Angka yang nggak main-main, menjadikannya salah satu tulang punggung transportasi publik di ibu kota.
Jadi, tinggal tunggu pengumuman resmi dari Dishub saja. Kalau sudah keluar SK-nya, warga bisa langsung memanfaatkan kebijakan ini untuk mudik atau silaturahmi di dalam kota.
Artikel Terkait
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan
Kemenag Dorong Pesantren Besar Sediakan Psikolog untuk Santri
Pemerintah Targetkan Konversi 4-6 Juta Motor BBM ke Listrik per Tahun