paparnya.
Stimulus Pemerintah Belum Signifikan Dorong Kredit
Di sisi lain, Martin juga menyoroti kebijakan pemerintah. Kementerian Keuangan sebenarnya sudah menggelontorkan stimulus likuiditas sekitar Rp 150 triliun dari total komitmen Rp 200 triliun. Tujuannya untuk mendorong kredit. Sayangnya, langkah itu belum juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.
kata dia.
Fenomena DPK yang tumbuh lebih cepat daripada kredit ini bukan kali pertama terjadi. Kita pernah melihat pola serupa di masa pandemi Covid-19, bahkan saat krisis ekonomi 1997–1998 silam. Polanya sama: selalu ditandai dengan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi.
Karena itu, tantangan ke depan masih besar. Baik bagi sektor pembiayaan perumahan seperti yang digeluti SMF, maupun bagi program pemerintah itu sendiri. Intinya, bagaimana mendongkrak permintaan kredit dan memastikan program pembangunan rumah benar-benar berdampak nyata bagi pertumbuhan real estate nasional. Jalan masih panjang.
Artikel Terkait
Polisi Usut Dugaan Perampasan Motor oleh Debt Collector di Kalideres
Kapolda Riau Kategorikan Perburuan Gajah Sumatera di Pelalawan sebagai Kejahatan Luar Biasa
Pemprov Sumsel Genjot Sistem Merit, Fokus pada Dampak Nyata Layanan Publik
Bareskrim Blokir 40 Rekening dan Bekukan Rp1,68 Miliar Dana Judi Online