Soal air, Pemprov berusaha mengatur pengelolaan air tanah lewat regulasi seperti Pergub Nomor 5 Tahun 2026. Edukasi ke masyarakat juga digencarkan. Intinya, mengajak warga berhemat air dan tidak mengeksploitasi air tanah sembarangan yang bisa memperparah kondisi.
"Kami imbau warga untuk waspada, seperti menghindari pembakaran sampah, melaporkan titik rawan via 112, dan berpartisipasi dalam aksi hemat energi serta jaga iklim," pesan Chico.
Lalu, bagaimana jika kekeringan benar-benar terjadi? Menurut Kepala BPBD DKI, Isnawa Adji, mereka sudah bersiap. Pihaknya bersama dinas terkait sedang memetakan daerah-daerah rawan. Kerja sama dengan PAM Jaya juga dijalin untuk mendistribusikan air bersih jika diperlukan.
"BPBD juga memiliki 6 mobil tangki air bersih," ujar Isnawa.
Selain kekeringan, ancaman kebakaran jadi fokus lain. Isnawa kembali mengingatkan, masyarakat sebaiknya benar-benar menghindari membakar sampah. Sekali api membesar, dampaknya bisa luas.
Artikel Terkait
Mobil Tercebur ke Kali di Outer Ringroad Cengkareng, Pengemudi Selamat
Kapolres Bantah Surat Minta THR Pakai Kop Polisi di Tanjung Priok Palsu
Turki Panggil Dubes Iran, Protes Rudal yang Nyaris Masuk Wilayah Udara
Mirae Asset Turunkan Target Harga Saham Unilever Usai Divestasi