Menteri Luar Negeri Iran Sebut Trump Pengkhianat Usai Serangan AS-Israel Guncang Negosiasi Nuklir

- Kamis, 05 Maret 2026 | 06:45 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Sebut Trump Pengkhianat Usai Serangan AS-Israel Guncang Negosiasi Nuklir

Lalu, apa yang memicu serangan mendadak ini? Sebelumnya, utusan khusus Trump untuk Asia Barat, Steve Witkoff, yang juga kepala tim negosiasi AS, menyebarkan narasi bahwa Iran-lah yang merusak proses perundingan. Klaim ini, ternyata, dibantah keras.

Seorang diplomat yang mengetahui detil negosiasi membongkar cerita sebenarnya. “Saya dapat menyatakan secara kategoris bahwa ini tidak akurat,” katanya, merujuk pada pernyataan Witkoff.

Diplomat dari kawasan Teluk Persia itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengungkapkan bahwa delegasi Iran justru telah memberi penjelasan kepada Witkoff. Mereka menyatakan bahwa pengayaan uranium yang dilakukan Teheran adalah konsekuensi langsung dari keputusan Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 era Obama. Intinya, Iran terbuka untuk kesepakatan, tapi yang adil dan komprehensif.

Namun begitu, serangan tetap terjadi. Puluhan kota di Iran jadi sasaran. Respons Iran pun tak tanggung-tanggung. Balasan datang cepat dan keras: rentetan rudal dan drone diluncurkan ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkasan AS di kawasan itu.

Bagi pejabat Iran, aksi balasan ini murni pembelaan diri yang sah. Mereka bersandar pada Pasal 51 Piagam PBB, yang memberikan hak legal bagi suatu negara untuk membela diri dari tindakan agresi. Situasinya kini berbalik. Meja perundingan yang sempat hangat, kini digantikan oleh meja perang yang mendingin oleh eskalasi. Dan harapan akan kesepakatan, entah ke mana.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar