Di sisi lain, perundingan nuklir di Jenewa yang dimediasi Oman masih terus berlangsung. Situasinya jadi sangat runyam.
Dalam kondisi genting seperti ini, Menlu Sugiono menegaskan poin penting. Semua pihak harus menghormati hukum internasional dan Piagam PBB. Indonesia dengan jelas menyerukan penghentian aksi militer. Sebab, aksi-aksi seperti ini berpotensi besar memperluas konflik jadi lebih berbahaya lagi.
Pemerintah Indonesia sendiri menyatakan siap untuk terlibat aktif. Mereka ingin mendorong dialog dan mediasi, upaya yang dianggap sebagai jalan terbaik untuk meredakan eskalasi. Diplomasi, meski berat, tetap dipandang sebagai opsi paling realistis untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas kawasan.
Sebelum pertemuan resmi ini, upaya komunikasi sudah dilakukan. Sugiono mengungkapkan bahwa pada Selasa (3/3), ia telah berbicara langsung melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Percakapan mereka membahas perkembangan terbaru dan membuka peluang untuk penyelesaian damai.
Intinya, harapan Indonesia jelas. Semua pihak perlu menahan diri. Dialog konstruktif harus diutamakan jika ingin menciptakan kembali kondisi kawasan yang aman dan kondusif. Nada pesannya tegas namun tetap membuka jalan untuk perdamaian.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Rudal ke Israel, Sistem Pertahanan Aktif di Tengah Eskalasi Konflik
Presiden Prabowo Minta Seluruh Menteri Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
BMKG Wamena Imbau Warga Papua Pegunungan Waspada Cuaca Ekstrem hingga 2026
Presiden Iran Sampaikan Pesan Damai ke Negara Tetangga, Tegaskan Balasan Hanya Terpaksa