Sebuah rudal balistik Iran meluncur melewati langit Irak dan Suriah, masuk ke wilayah udara Turki. Namun, ia tak sampai ke tujuan. Sistem pertahanan udara NATO yang berjaga di Mediterania timur berhasil menghancurkan ancaman itu di udara.
Kementerian Pertahanan Turki, dalam pernyataannya, mengkonfirmasi insiden tersebut. Mereka menyebut rudal itu telah "dihadang dan dinetralisir" oleh aset NATO. Meski begitu, pihak Turki enggan menyebutkan target sebenarnya dari rudal tersebut.
Menurut sejumlah saksi, situasi sempat mencemaskan. Pecahan-pecahan benda jatuh di distrik Dortyol, Turki selatan, dekat perbatasan Suriah. Untungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pejabat setempat kemudian menjelaskan, pecahan itu berasal dari pencegat yang digunakan untuk menetralisir ancaman tadi.
Lalu, ke mana sebenarnya rudal itu ditujukan? Seorang pejabat Turki yang enggan disebutkan namanya memberikan penjelasan lain. Ia mengatakan rudal tersebut "ditujukan ke pangkalan di Siprus Yunani tetapi melenceng dari jalurnya".
Artikel Terkait
BMKG Wamena Imbau Warga Papua Pegunungan Waspada Cuaca Ekstrem hingga 2026
Presiden Iran Sampaikan Pesan Damai ke Negara Tetangga, Tegaskan Balasan Hanya Terpaksa
Polres Ponorogo Pantau Stok dan Harga Pasar Sambut Ramadan
Pemprov Sultra dan Mitra Gelar Ramadhan Sultra Fest untuk Dongkrak UMKM Lokal