“Saya akan berikan kenang-kenangan berupa paket sembako, mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban masyarakat di Kecamatan Ciparay. Semoga bermanfaat di tengah nuansa bulan Ramadan ini,” ujar Rajiv.
Tapi bantuan sembako ini bukan satu-satunya. Rajiv menyebut, selama setahun menjabat sudah banyak program yang digulirkan. Mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan alat pertanian, bibit, sampai program perikanan bioflok. Namun begitu, ada pesan khususnya untuk para petani penerima bantuan.
“Saya ingatkan kepada kelompok-kelompok tani yang dapat bantuan, tolong jangan pernah itu dijual lagi. Itu untuk masyarakat, untuk petani agar pertanian di Ciparay makin maju dan berkembang,” tegasnya.
Bantuan alat itu, katanya, adalah investasi. Tujuannya jelas: mendukung kemandirian dan kemajuan sektor pertanian Jawa Barat ke depan. Rajiv berharap bantuan ke Ciparay dan sekitarnya bisa bertambah. Ia juga meminta pengertian warga yang belum kebagian.
“Doakan amanah ini bisa saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat. Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan dan program, mohon bersabar ya,” ucapnya.
Penyaluran dilakukan bertahap. Tujuannya sederhana: agar merata dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Pemprov Sultra dan Mitra Gelar Ramadhan Sultra Fest untuk Dongkrak UMKM Lokal
Warga Tangkap Penjambret di Parung Usai Aksi Tarik Tas Bikin Korban Oleng
Anggota DPR Janji Bawa Aspirasi Petani dan Nelayan Sidoarjo ke Paripurna
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik