Selain suntikan massal, pengawasan juga diperketat. Koordinasi dengan balai karantina dan kepolisian diintensifkan, terutama di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara. Tujuannya sederhana: memastikan setiap hewan yang masuk dari luar daerah benar-benar sehat dan punya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang lengkap.
Nah, soal persediaan daging untuk Lebaran, bagaimana? Masyarakat tampaknya tak perlu cemas. Kebutuhan daging sapi diprediksi sekitar 22.000 ekor. Angka yang tidak sedikit.
Tapi Endah memastikan, stok ternak yang ada saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan itu. Meski begitu, ia mengakui satu hal yang hampir selalu terjadi saat hari besar: harga berpotensi naik. Pasar memang punya logikanya sendiri ketika permintaan melonjak.
Di sisi lain, komitmen pemerintah provinsi jelas: menjaga stabilitas pasokan dan kesehatan ternak. Harapannya, masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa harus pusing memikirkan ketersediaan atau kualitas daging di meja makan.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas