Ia mendorong agar program ini jadi prioritas di Papua Barat. Alasannya kuat: pendidikan adalah instrumen kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan yang sudah turun-temurun. Gus Ipul pun meminta pemerintah daerah segera menyiapkan lahan seluas kira-kira 7 hektare sebagai lokasi pembangunannya.
Di sisi lain, Gubernur Dominggus Mandacan menyambut baik perhatian pusat ini. Ia tak menampik bahwa kondisi geografis Papua Barat yang terdiri dari 7 kabupaten dan 91 distrik itu memang menantang.
"Keberadaan Sekolah Rakyat sangat penting untuk memperluas akses pendidikan," ucap Dominggus.
Ia bahkan sudah mengusulkan dua lokasi yang dinilai siap: Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan.
Pertemuan itu akhirnya menghasilkan kesepakatan. Sekolah Rakyat yang nantinya dikelola pemprov harus diarahkan untuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Tujuannya satu: manfaatnya harus sampai ke mereka yang paling membutuhkan, yang selama ini mungkin terpinggirkan.
Selain proyek strategis Sekolah Rakyat, pemerintah juga mengucurkan bantuan sosial lain. Pada tahun 2025, alokasi untuk Papua Barat mencapai Rp200,844 miliar. Angka yang tidak kecil itu ditargetkan bisa menyentuh 68.248 keluarga penerima manfaat melalui berbagai program perlindungan yang ada.
Nampaknya, kolaborasi antara pusat dan daerah ini ingin memastikan bahwa program sosial ke depan tak lagi sekadar bantuan, tapi benar-benar terintegrasi dan berkelanjutan. Berbasis data yang akurat, dan pada akhirnya, diharapkan bisa memutus kemiskinan dari akarnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Lansia di Cianjur Tewas Dipukuli Tetangga Gara-gara Dua Labu Siam
FPTI Umumkan Susunan Tim Pelatih dan Pendukung untuk Persiapan Asian Games 2026
Rudal Iran Dinilai Menuju Siprus, Dinetralisir Sistem Pertahanan NATO