"Ini adalah bentuk dukungan kami untuk kebangkitan kaum dhuafa, terutama disabilitas. Visi besar kami adalah memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan dan kesehatan yang berkualitas," ungkap Elsa.
"Harapannya, kolaborasi seperti ini terus berlanjut. Misi kemanusiaan ini harus dituntaskan."
Di sisi lain, Murniati Mukhlisin, Pendiri Sakinah Finance, membawa data yang cukup mencengangkan. Sekitar 28 juta penyandang disabilitas di Indonesia, dan mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan. Dia menyebut kondisi ini sebagai "miskin berpangkat" sebuah istilah yang menggambarkan marginalisasi ekonomi, pendidikan, dan sosial yang mereka alami.
"Lewat program ini, kami ingin ekonomi syariah dirasakan oleh semua. Prinsip kami: bukan bagi-bagi sembako, tapi bagi-bagi ilmu," tegas Murniati.
"Kami beri pembekalan bisnis syariah, juga pelatihan kerja. Tujuannya satu: supaya mereka mandiri secara finansial."
Acara yang penuh semangat itu akhirnya berlanjut ke momen yang lebih hangat: buka puasa bersama. Sekitar seribu orang duduk bersila, menunggu adzan Magrib. Lebih dari sekadar makan bersama, momen itu diharapkan bisa mempererat silaturahmi. Menjalin kebersamaan yang, siapa tahu, bisa menjadi awal dari kemandirian yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Rudal Iran Dinilai Menuju Siprus, Dinetralisir Sistem Pertahanan NATO
Kepala SPPG Lampung Timur Ditahan Terkait Dugaan Penculikan dan Pencabulan Anak SD
Polres Flores Timur Pastikan Jalan Trans Flores Aman Pasca-Banjir Lahar
Regulasi Teknis Water Mist Belum Ada, Upaya Pengurangan Polusi DKI Belum Optimal