Tapi ia juga tak mau memaksakan. Semuanya dikembalikan pada pihak-pihak yang berseteru. Yang jelas, Indonesia cuma ingin menawarkan diri sebagai jembatan. Agar ketegangan tidak terus memanas.
“Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita. Itu aja ya,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, tawaran serupa sudah disampaikan Sugiono langsung ke Menlu Iran, Abbas Araghchi, lewat sambungan telepon. Lewat akun X-nya, ia menyatakan Indonesia siap memainkan peran konstruktif untuk perdamaian. Bahkan siap memfasilitasi dialog demi mencegah eskalasi dan korban jiwa yang tak perlu.
Lebih jauh, Sugiono mendorong semua pihak untuk menahan diri. De-eskalasi dan diplomasi, menurutnya, adalah jalan terbaik untuk mengembalikan stabilitas di kawasan yang sudah terlalu lama memanas.
Jadi, di satu sisi ada penekanan pada prasyarat yang ketat dari seorang mantan menteri berpengalaman. Di sisi lain, ada sinyal kesiapan dan inisiatif dari pemerintah. Keduanya sepakat soal tujuan akhir: perdamaian. Tapi jalan menujunya masih samar, bergantung pada kemauan pihak-pihak yang bertikai.
Artikel Terkait
Polri Ungkap Sindikat Perburuan Gajah Sumatera di Riau, 15 Tersangka Ditangkap
Iran Siapkan Pemakaman Ali Khamenei di Kompleks Suci Mashhad
Wolves Hentikan Liverpool dengan Gol Dramatis di Injury Time
KPK Lelang Mobil Innova Zenix hingga Tas Loewe dari Barang Bukti Korupsi