Ridho mencoba menganalisis akar masalah. Menurutnya, konsentrasi yang buyar di menit-menit krusial jadi biang kerok.
"Ya tentunya jarang clean sheet karena kita kebobolan juga di menit-menit akhir dan pertengahan mungkin kita harus lebih fokus lagi," katanya.
"Dan harus konsentrasi lebih lagi. Karena mungkin kesalahan individu kita sendiri yang mengakibatkan kita kebobolan. Jadi ke depannya agar lebih baik lagi. Dan mengikuti apa yang diinstruksikan pelatih dengan baik dan disiplin," tambahnya.
Meski begitu, harapan belum padam. Masih ada sepuluh laga tersisa sebelum musim berakhir. Bagi sang kapten, itu adalah sepuluh final yang harus dimenangkan.
"Asa kita menjadi juara masih belum tertutup. Kita akan fight terus di setiap pertandingan karena 10 atau 11 laga sisa besok adalah semuanya final," tegas bek timnas yang telah tampil 47 kali untuk Garuda itu.
Ujian berikutnya sudah menunggu. Persija akan menjamu Dewa United Banten pada 15 Maret mendatang. Laga itu menjadi penutup sebelum kompetisi libur untuk menyambut Idulfitri. Bagi Ridho dan skuat, tak ada pilihan selain bangkit dan memburu tiga poin.
Artikel Terkait
Polri Ungkap Sindikat Perburuan Gajah Sumatera di Riau, 15 Tersangka Ditangkap
Iran Siapkan Pemakaman Ali Khamenei di Kompleks Suci Mashhad
Wolves Hentikan Liverpool dengan Gol Dramatis di Injury Time
KPK Lelang Mobil Innova Zenix hingga Tas Loewe dari Barang Bukti Korupsi