Di sisi lain, pembicaraan malam itu juga menyentuh posisi Indonesia di Board of Peace atau BoP. Hassan mengaku hal itu sempat mereka bahas secara mendalam dengan Presiden. Namun begitu, situasi di lapangan berubah cepat.
Geopolitik Timur Tengah yang memanas, terutama dengan perang yang berkecamuk di Iran, jadi variabel baru yang tak bisa diabaikan. Semua ini mempengaruhi kalkulasi.
"Kita bahas. Tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir," jelas Hassan.
Ia lalu bertanya retoris, sekaligus memberikan jawaban yang berhati-hati. "Apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP. Kita akan berhitung lagi dari sisi itu."
Makan malam itu sendiri dihadiri tidak hanya oleh presiden dan wakil presiden era sebelumnya. Tampak juga pimpinan dari berbagai partai politik, menunjukkan nuansa kebersamaan yang kuat di tengah dinamika global yang sedang mereka bicarakan.
Artikel Terkait
Polisi Burut Tiga Anggota Jaringan Narkoba Usai Tangkap Bos Utama
Mega Maryati Gelar Pesta Ultah Mewah sebagai Self Reward di Usia 28
AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri
Mantan Jenderal Soroti Peran Intelijen di Balik Serangan AS-Israel ke Iran