Suasana di Istana Merdeka Selasa malam itu cukup hangat. Usai menghadiri makan malam bersama Presiden Prabowo Subianto dan sederet tokoh bangsa, mantan Menlu Hassan Wirajuda berbagi pandangannya soal isu panas: peran Indonesia sebagai mediator dunia.
Bagi Hassan, bicara soal kapabilitas saja tidak cukup. Ada faktor krusial lain. "Kita tidak membicarakan apa Indonesia mampu atau tidak. Itu kan pemikiran awal," ujarnya.
Lalu ia melanjutkan, dengan nada yang lebih tegas.
"Dan kata lain, untuk menjadi mediator kan harus juga ada penerimaan dari dua pihak yang bertikai. Dan kita belum melihat tanda-tanda itu."
Pernyataan itu disampaikannya kepada awak media, masih di sekitar Istana, dan dikutip dari Breaking News Metro TV.
Jadi intinya, menurut diplomat senior ini, kesediaan para pihak yang berkonflik adalah kunci. Tanpa itu, sulit bagi siapapun termasuk Indonesia untuk maju.
Artikel Terkait
Polisi Burut Tiga Anggota Jaringan Narkoba Usai Tangkap Bos Utama
Mega Maryati Gelar Pesta Ultah Mewah sebagai Self Reward di Usia 28
AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri
Mantan Jenderal Soroti Peran Intelijen di Balik Serangan AS-Israel ke Iran