Gelombang serangan balasan dari Iran melanda kawasan Timur Tengah. Ini semua berawal dari operasi gabungan militer AS dan Israel yang, menurut laporan, menewaskan Pemimpin Agung mereka, Ayatullah Ali Hosseini Khamenei, akhir pekan lalu. Kematian figur sentral itu jelas menjadi pemicu. Dan respon Teheran pun datang dengan cepat, serta terasa lebih agresif dari sebelumnya.
Mereka tak hanya menargetkan fasilitas militer AS di wilayah itu. Lebih dari itu, serangan udara juga menghantam kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, hingga memicu kobaran api. Suasana mencekam langsung menyebar di ibu kota Saudi itu di hari Selasa dini hari.
Di sisi lain, langkah-langkah Iran ini langsung memantik reaksi keras. Negara-negara Teluk, yang selama ini kerap bersitegang dengan Teheran, serentak mengutuk. Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania semuanya bersuara lantang mengecam apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran kedaulatan.
Arab Saudi, misalnya, lewat pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri-nya, menyebut serangan Iran sebagai "agresi terang-terangan". Riyadh dengan tegas menyatakan hal itu melanggar kedaulatan sejumlah negara tetangganya. Sikap yang kurang lebih sama datang dari UEA. Pemerintah di Abu Dhabi menilai serangan itu bukan cuma langkah provokatif, tapi juga melenceng dari hukum internasional dan piagam PBB.
“Kami punya hak penuh untuk membela diri,” begitu kira-kira bunyi pernyataan mereka, merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB. Nuansa defensif yang kuat terasa di sini.
Kuwait, yang pangkalan udara Ali Al Salem-nya jadi sasaran, juga bersuara nyaring. Qatar tak ketinggalan. Lewat sebuah unggahan di media sosial X, pemerintah Doha menyatakan kutukan kerasnya. Mereka bilang, serangan rudal balistik itu adalah bentuk eskalasi yang benar-benar tak bisa diterima, mengancam stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
Artikel Terkait
Polisi Burut Tiga Anggota Jaringan Narkoba Usai Tangkap Bos Utama
Mega Maryati Gelar Pesta Ultah Mewah sebagai Self Reward di Usia 28
AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri
Mantan Jenderal Soroti Peran Intelijen di Balik Serangan AS-Israel ke Iran