Eskalasi ternyata tidak hanya terjadi di Iran. Front konflik baru terbuka di Lebanon. Israel disebut melanjutkan serangannya ke ibu kota Beirut selama dua hari berturut-turut.
Menanggapi situasi yang semakin panas, juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, menyatakan bahwa penempatan pasukan tambahan di perbatasan telah dilakukan.
Namun begitu, Hizbullah tak tinggal diam. Kelompok tersebut dilaporkan membalas dengan melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan udara di wilayah utara Israel.
Dengan korban yang terus membengkak dan wilayah terdampak kian meluas, situasi di Timur Tengah ini jelas semakin memanas. Belum ada tanda-tanda deeskalasi di mana pun. Angka 787 nyawa yang melayang itu bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata betapa dahsyatnya konflik ini. Dan untuk sekarang, belum terlihat ujungnya.
Artikel Terkait
Pembalap MotoGP Mir dan Marini Menyelami Budaya Bali di Sela Jadwal Balap
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% di Awal 2026, Kredit Investasi Melonjak 22,38%
Menteri Kehutanan Pimpin Langkah Awal Reforestasi 2.557 Hektare di Tesso Nilo
KPK Periksa Kembali Kadis Bekasi Terkait Aliran Dana ke Mantan Bupati