Ia menjelaskan, acara ini untuk bersilaturahmi dan berdiskusi. "Tentu untuk saling tukar pandangan. Bapak Presiden ingin mendengarkan pandangan dari para tokoh," tambahnya.
Soal detail pembahasan, Teddy enggan merinci. Namun begitu, ia memberi isyarat bahwa hampir semua isu hangat, terutama dinamika geopolitik global yang sedang panas, akan tersentuh dalam obrolan itu.
"Semuanya dibahas," katanya singkat, menutup percakapan.
Pertemuan seperti ini jelas punya nuansa tersendiri. Di satu sisi, ada nuansa formal sebagai konsultasi kenegaraan. Di sisi lain, terasa juga upaya untuk merajut kebersamaan di antara para pemimpin bangsa, di tengah situasi yang penuh tantangan.
Artikel Terkait
Cuaca Gagalkan Pengamatan Gerhana Bulan Total di Planetarium Jakarta
Pelatih Persis Ganti Tiga Pemain Sekaligus, Termasuk Kiper, di Tengah Laga Panas
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Hadirkan Pimpinan Parpol hingga Mantan Menteri
Iran Laporkan AS ke DK PBB Usai Serangan Tewaskan Ratusan Warga Sipil