Masih ada lagi. Untuk keluarga yang kehilangan anggota akibat bencana, pemerintah menyiapkan santunan ahli waris. Sekitar 1.015 jiwa akan mendapat Rp15 juta per orang, atau total Rp15,2 miliar. Ditambah bantuan kedaruratan senilai Rp110,1 miliar, maka total seluruh bantuan yang digelontorkan untuk tiga provinsi di Sumatra itu melampaui angka Rp1 triliun. Sebuah angka yang fantastis.
Gus Ipul menegaskan, mekanisme penyalurannya dilakukan berlapis. Tujuannya sederhana: memastikan bantuan tepat sasaran dan akuntabel. Data awalnya berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Lalu, pemerintah daerah menetapkannya secara by name by address.
Prosedurnya ketat. Data itu kemudian harus ditandatangani oleh kepala kejaksaan negeri dan kapolres setempat. Baru setelah itu diajukan ke Menteri Dalam Negeri, yang menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Setelah dapat lampu hijau, data akhirnya sampai ke Kemensos untuk diverifikasi ulang. Nah, setelah semua tahap itu dilewati, bantuan baru bisa disalurkan ke masyarakat.
Kata Gus Ipul menutup penjelasannya. Sekarang, tinggal menunggu realisasi di lapangan. Warga yang terdampak pasti menunggu dengan harap.
Artikel Terkait
Penyaluran KUR untuk Penyintas Bencana Sumatera Tembus Rp12,23 Triliun
Gedung Majelis Pakar Iran di Qom Diserang AS dan Israel di Tengah Masa Suksesi
Menpora dan NOC Indonesia Serius Tangani Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
Kuasa Hukum Sebut Nikita Mirzani Rugi Lebih dari Rp200 Miliar Akibat Kasus Hukum