Di Kantor Bupati Bandung Barat, suasana pagi itu terasa berbeda. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, kembali hadir untuk menyerahkan bantuan tahap kedua dari Kementerian Sosial. Kali ini, bantuan itu diperuntukkan bagi 59 ahli waris korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua. Bencana yang melanda akhir Januari 2026 lalu itu memang telah berlalu, tapi upaya pemulihannya masih terus berjalan. Dan DPR, lewat tim pengawasnya, bertekad memastikan proses ini tuntas sampai ke akarnya.
Sebagai Ketua Timwas Penanggulangan Bencana, Cucun punya tugas jelas: memastikan setiap keluarga yang kehilangan sanak saudara atau rumahnya, mendapat haknya. Santunan dan dukungan dari negara harus sampai dengan transparan. Tidak boleh ada yang terlewat.
"Hari ini kita menyerahkan dukungan tahap kedua bagi 59 ahli waris," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara tidak berhenti di fase tanggap darurat saja. Bantuan harus berlanjut sampai seluruh keluarga korban benar-benar stabil kembali, baik secara psikososial maupun ekonomi," tegas Cucun.
Bantuan yang disalurkan mencakup dua hal utama: santunan kematian untuk keluarga inti korban, dan paket modal usaha bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian. Ini adalah langkah konkret untuk mengembalikan denyut kehidupan warga.
Di sisi lain, koordinasi antara DPR, Kemensos, dan Pemkab Bandung Barat terus diperketat. Tujuannya satu: mempercepat normalisasi di Cisarua. Cucun sendiri mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah dalam memverifikasi data penerima. Pengawasan yang ketat, menurutnya, sangat krusial untuk menghindari tumpang tindih data dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Sebelum acara berakhir, Cucun menyempatkan dialog singkat dengan perwakilan ahli waris. Aspirasi warga soal rencana relokasi dan perbaikan fasilitas publik di Pasirlangu diserapnya langsung. Wilayah itu memang masih dalam proses penanganan, dan suara korban adalah kompas terpenting.
Jadi, penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan, pengawasan yang nyata, dan upaya agar kehidupan warga Pasirlangu bisa berjalan lagi, pelan namun pasti.
Artikel Terkait
20.000 Pelaut Terjebak di Selat Hormuz Tiga Bulan Akibat Konflik Iran-AS
Pemkot Jayapura Perkuat Tata Kelola Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Demi Kesejahteraan dan Kelestarian Budaya
Direktur PT GTI Didakwa TPPU Investasi Bodong Kasur Premium Rp 220 Miliar
Ibu Haru Bersyukur di Depan Prabowo, Putrinya Kini Bisa Sekolah Lagi Berkat Program Sekolah Rakyat