DPR Serahkan Bantuan Tahap Kedua untuk 59 Ahli Waris Korban Longsor Pasirlangu

- Selasa, 03 Maret 2026 | 18:35 WIB
DPR Serahkan Bantuan Tahap Kedua untuk 59 Ahli Waris Korban Longsor Pasirlangu

Di Kantor Bupati Bandung Barat, suasana pagi itu terasa berbeda. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, kembali hadir untuk menyerahkan bantuan tahap kedua dari Kementerian Sosial. Kali ini, bantuan itu diperuntukkan bagi 59 ahli waris korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua. Bencana yang melanda akhir Januari 2026 lalu itu memang telah berlalu, tapi upaya pemulihannya masih terus berjalan. Dan DPR, lewat tim pengawasnya, bertekad memastikan proses ini tuntas sampai ke akarnya.

Sebagai Ketua Timwas Penanggulangan Bencana, Cucun punya tugas jelas: memastikan setiap keluarga yang kehilangan sanak saudara atau rumahnya, mendapat haknya. Santunan dan dukungan dari negara harus sampai dengan transparan. Tidak boleh ada yang terlewat.

"Hari ini kita menyerahkan dukungan tahap kedua bagi 59 ahli waris," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara tidak berhenti di fase tanggap darurat saja. Bantuan harus berlanjut sampai seluruh keluarga korban benar-benar stabil kembali, baik secara psikososial maupun ekonomi," tegas Cucun.

Bantuan yang disalurkan mencakup dua hal utama: santunan kematian untuk keluarga inti korban, dan paket modal usaha bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian. Ini adalah langkah konkret untuk mengembalikan denyut kehidupan warga.

Di sisi lain, koordinasi antara DPR, Kemensos, dan Pemkab Bandung Barat terus diperketat. Tujuannya satu: mempercepat normalisasi di Cisarua. Cucun sendiri mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah dalam memverifikasi data penerima. Pengawasan yang ketat, menurutnya, sangat krusial untuk menghindari tumpang tindih data dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Sebelum acara berakhir, Cucun menyempatkan dialog singkat dengan perwakilan ahli waris. Aspirasi warga soal rencana relokasi dan perbaikan fasilitas publik di Pasirlangu diserapnya langsung. Wilayah itu memang masih dalam proses penanganan, dan suara korban adalah kompas terpenting.

Jadi, penyerahan bantuan ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan, pengawasan yang nyata, dan upaya agar kehidupan warga Pasirlangu bisa berjalan lagi, pelan namun pasti.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar