Washington Lepas Senjata Miliaran Dolar ke Israel dan Saudi di Tengah Ketegangan dengan Iran

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:42 WIB
Washington Lepas Senjata Miliaran Dolar ke Israel dan Saudi di Tengah Ketegangan dengan Iran

Langkah baru Washington di Timur Tengah kembali memicu perhatian. Amerika Serikat baru saja menyetujui penjualan senjata bernilai miliaran dolar kepada dua sekutu kuncinya: Israel dan Arab Saudi. Keputusan ini muncul di tengah situasi kawasan yang masih panas, terutama menyangkut hubungan AS dengan Iran.

Menurut laporan AFP, Pentagon telah memberi lampu hijau untuk beberapa paket besar. Untuk Israel, ada pembelian 30 unit helikopter tempur Apache yang harganya mencapai $3,8 miliar. Tak cuma itu, ada pula kontrak senilai $1,8 miliar untuk kendaraan taktis ringan.

Lewat pernyataan resminya pada Jumat (30/1), Kementerian Pertahanan AS menegaskan komitmennya.

"AS tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan Israel, dan ini adalah langkah vital terkait kepentingan nasional AS untuk membantu Israel mempertahankan kekuatan dan kemampuan bertahan," begitu bunyi pernyataan itu.

"Dan penjualan ini konsisten dengan tujuan tersebut," lanjutnya.

Di sisi lain, Arab Saudi juga mendapat bagian besar. Negeri Petro-Dolar itu akan menerima 730 rudal pertahanan udara Patriot dengan nilai fantastis, sekitar $9 miliar. Rudal-rudal ini dikenal ampuh menangkal serangan roket dan berbagai ancaman dari udara, sebuah kemampuan yang jelas sangat dibutuhkan di kawasan yang rawan konflik.

Posisi Saudi sendiri memang menarik. Secara historis dan kultural, mereka berseteru dengan Iran. Dan sebagai sekutu AS yang sudah lama, hubungan mereka dengan Washington terbilang erat. Ingat saja Operasi Desert Storm tahun 1991, saat AS menggunakan pangkalan di Saudi untuk menggempur Irak.

Tapi belakangan, nuansanya agak berbeda. Saat ketegangan AS-Iran memanas, Saudi justru mengambil sikap yang lebih hati-hati. Baru-baru ini, Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) secara tegas menyatakan sikapnya.

Pernyataan itu keluar usai ia berbincang via telepon dengan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian. MBS menegaskan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun yang menargetkan Iran.

"Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya," demikian keterangan resmi yang dikutip dari The Saudi Press Agency (SPA), Rabu (28/1).

Alih-alih konfrontasi, MBS justru mendorong penyelesaian melalui dialog. Tujuannya jelas: meningkatkan keamanan dan stabilitas kawasan. Sebuah sikap yang, dalam konteks penjualan senjata miliaran dolar ini, terasa seperti permainan yang rumit.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler