Sementara itu, pelaku satunya, MAJ, punya cara yang sedikit berbeda. Alih-alih Facebook, dia justru memanfaatkan grup WhatsApp untuk menawarkan barang haram itu. Yang lebih mengkhawatirkan, bahan peledaknya itu racik sendiri.
"Peran MAJ ini membeli bahan kimia lewat marketplace dan toko pupuk. Dia meraciknya sendiri di rumah menjadi bubuk mesiu, lalu menawarkannya di grup WhatsApp bernama 'Huru Hara'," ucap Mayndra memaparkan.
Selain satu kilogram bubuk petasan, polisi juga menyita dua ponsel, satu unit motor, dan uang tunai sebesar Rp 210 ribu. Meski begitu, penyelidikan sejauh ini belum menemukan kaitan kedua pelaku dengan jaringan teroris manapun.
Motifnya ternyata sederhana, dan sayangnya, klasik: ekonomi. "Murni untuk mendapatkan keuntungan finansial," pungkas Mayndra menegaskan.
Artikel Terkait
Sultan Cirebon Minta Dukungan Revitalisasi Keraton Kasepuhan ke Kemendikbud
ASDP Siapkan Strategi Penyebaran dan Diskon untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Presiden Prabowo Ngabuburit ke Museum Nasional, Apresiasi Revitalisasi Warisan Budaya
Menteri PUPR Targetkan Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi Dimulai Oktober 2026