Hukumnya Sunah, Tapi Sangat Dianjurkan
Lalu, bagaimana hukum melaksanakannya? Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, salat gerhana ini hukumnya sunnah muakkadah. Artinya, sunah yang sangat dianjurkan. Gerakannya sih mirip dengan salat sunah pada umumnya.
Namun begitu, beliau juga merinci tiga tingkatan dalam pelaksanaannya.
Yang paling sederhana, cuma dua rakaat seperti salat sunah Zuhur. Tingkat pertengahan, dilakukan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud dalam setiap rakaat seperti tata cara yang sudah dijelaskan tadi.
Adapun tingkat yang paling sempurna? Bacaan suratnya panjang-panjang. Setelah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat panjang semisal Al-Baqarah, sesuai kemampuan. Lama rukuk dan sujudnya juga menyesuaikan panjang bacaan.
Kapan Gerhana Bulan Totalnya?
Lalu, kapan persisnya fenomena ini berlangsung? Merujuk info dari BMKG, Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 ini akan mulai terlihat pukul 18.03.56 WIB. Puncaknya terjadi sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 18.33.39 WIB.
Untuk kawasan Indonesia tengah dan timur, waktunya menyesuaikan: pukul 19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT.
Secara total, proses gerhana dari awal sampai akhir bakal berlangsung lama, hampir 6 jam. Fase parsialnya sendiri memakan waktu lebih dari 3 jam. Sementara momen paling dramatis, ketika bulan sepenuhnya masuk bayangan bumi dan berwarna kemerahan, akan berlangsung hampir satu jam penuh. Cukup lama untuk menyaksikan dan merenung.
Artikel Terkait
BPOM Serang Temukan Formalin dan Pewarna Tekstil pada Jajanan Pasar Rau
Prancis Kerahkan Jet Rafale ke UEA untuk Amankan Pangkalan dari Ancaman Drone
Gubernur Jabar Geram Temukan Trotoar Baru Dikeruk Tanpa Izin, Ancam Tuntut Kontraktor
Nenek 70 Tahun Pingsan Usai Digasak Jambret, Pelaku Kembali Berpura-pura Menolong