Di sisi lain, ada satu nama yang mencuri perhatian: Toni Firmansyah. Pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang itu malah ditugaskan sebagai sayap kanan. Ternyata, eksperimen ini cukup sukses. Toni bahkan berhasil mencatatkan satu assist dari posisi barunya.
Alasannya sederhana. Toni punya paket lengkap untuk sektor itu: agresivitas, kecepatan, plus teknik yang memadai. Di tengah badai cedera yang melanda skuad, fleksibilitas pemain seperti ini jadi penolong.
Atmosfer di tribun juga tak boleh dilupakan. Sorak-sorai Bonek dan Bonita, sebutan untuk suporter Persebaya, menggema sepanjang 90 menit. Tavares dengan jelas merasakan energi itu dan mengapresiasinya. Atmosfer luar biasa itu, katanya, memberi suntikan semangat ekstra bagi pemain yang harus berjuang di posisi tak biasa.
Pujian serupa datang dari dalam lapangan. Toni Firmansyah, sang pemain serba bisa, menyampaikan terima kasihnya untuk dukungan penuh suporter meski hasil tak maksimal.
Soal perannya sebagai winger melawan Persib, Toni bersikap profesional. Ia hanya menjalankan instruksi pelatih. Posisi apa pun, siap diemban asal untuk kemajuan tim.
Hasil imbang ini mungkin terasa kurang bagi Persebaya. Tapi mental pantang menyerah yang mereka tunjukkan, ditambah dengan taktik jitu dan dukungan fanatik suporter, menjadi modal berharga untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Artikel Terkait
Mobil Terbakar Usai Tabrakan di Tol Jagorawi, Diduga Gagal Menyalip
Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Sentimen Pasar Masih Waspada
Polisi Selidiki Penganiayaan ART di Sunter, Pemicu Diduga Pengotoran Tempat Ibadah
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi 5 Minggu Imbas Ketegangan Iran-AS