Namun begitu, ketika serangan mulai merambah ke sektor energi, guncangannya langsung terasa. QatarEnergy, raksasa eksportir LNG dunia, tak punya pilihan selain menangguhkan produksi. Penyebabnya? Serangan drone di dua lokasi fasilitas mereka.
Reaksi pasar pun tak terelakkan. Harga gas alam di Eropa melonjak drastis, lebih dari 50 persen! Sementara harga minyak juga ikut naik hampir sembilan persen. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi jelas membuat semua orang panik.
Di sisi lain, militer negara-negara Teluk sejauh ini lebih fokus pada pertahanan. Mereka sibuk mencegat ratusan rudal dan drone yang diluncurkan Iran sebuah pembalasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka. Perang di udara ini, rupanya, belum menunjukkan tanda-tanda akan reda.
Artikel Terkait
Mobil Terbakar Usai Tabrakan di Tol Jagorawi, Diduga Gagal Menyalip
Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Sentimen Pasar Masih Waspada
Polisi Selidiki Penganiayaan ART di Sunter, Pemicu Diduga Pengotoran Tempat Ibadah
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi 5 Minggu Imbas Ketegangan Iran-AS