Kotor Payage diduga punya catatan kelam. Rentetan aksinya disebutkan mulai dari penembakan mobil Strada putih di Maret 2024, penembakan terhadap Serka Segar Mulyana (16 Juni 2025), hingga kembali terlibat dalam penembakan Avanza putih dan pesawat Hercules di Dekai pada akhir 2025 dan awal 2026. Terakhir, dia juga dituding terlibat dalam penembakan truk box di Kilometer 7 Logpon, 30 Januari lalu.
Di sisi lain, ada dua nama lagi yang muncul: Enage Heluka dan Homi Heluka. Enage diduga bertanggung jawab atas pengambilan video pernyataan pasca sebuah penembakan pada 12 Februari. Sementara Homi Heluka, catatannya lebih panjang: mulai dari pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik tahun 2023, pembunuhan di Kali Silet (11 Februari 2024), sampai penembakan sopir truk di Jalan Logpon pada 12 Februari lalu.
Menanggapi temuan ini, Brigjen Faizal menegaskan komitmen Satgas. “Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur,” katanya dengan nada pasti.
Penegasan itu sekaligus menjadi pernyataan sikap terhadap setiap aksi kekerasan bersenjata yang dinilai mengganggu stabilitas keamanan di Papua.
Artikel Terkait
Laba Bersih SMAR Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat pada 2025
Ahok Ungkap Prosedur Dilangkahi, Kerugian LNG Bisa Capai 300 Juta Dolar
Iran Kecam AS di Sidang DK PBB Soal Perlindungan Anak di Konflik
IRGC Ancam Balas Dendam Usai Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan Khamenei