“Masyarakat diminta untuk sementara mengikuti perkembangan informasi melalui saluran radio kami,”
begitu kira-kira instruksi darurat yang dikeluarkan pihak stasiun televisi, dalam upaya menjaga arus informasi tetap mengalir.
Yang menarik diamati adalah respons atau tepatnya, kurangnya respons dari kawasan. Meski serangan ini terang-terangan menyasar rumah sakit dan pusat informasi, belum terdengar kecaman keras dari negara-negara Arab tetangga. Situasinya jadi terasa ironis.
Di sisi lain, justru serangan balasan Iran-lah yang mendapat sorotan dan kecaman dari sejumlah negara Teluk. Teheran sendiri bersikukuh bahwa tindakan mereka murni bentuk pertahanan diri, sebuah jawaban atas agresi yang terus dilakukan oleh Israel dan AS. Dunia seakan hanya menonton, sementara eskalasi terus berlanjut dengan korban yang semakin tidak jelas batasannya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali
Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua
Ayatollah Alireza Arafi Ditunjuk Masuk Dewan Kepemimpinan Sementara Iran