Ledakan mengguncang Teheran dini hari tadi. Serangan udara gabungan AS dan Israel, yang disebut-sebut semakin masif, kali ini merambah target-target yang mengejutkan: fasilitas sipil. Di antara gedung yang disasar, Rumah Sakit Anak Gandhi di ibu kota Iran jadi sasaran. Suasana langsung berubah jadi chaos. Para petugas medis berhamburan, memindahkan pasien-pasien dalam kondisi darurat.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, dampak ledakannya terasa sangat luas. Tak jauh dari rumah sakit itu, markas organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran juga hancur diterjang. Bahkan, guncangan dari serangan bertubi-tubi itu dikabarkan merusak beberapa fasilitas umum lain di sekitarnya. Kerusakannya parah.
Serangan ternyata tak berhenti di situ. Gedung penyiaran milik pemerintah, stasiun televisi Republik Islam Iran, ikut dibombardir. Bagi otoritas setempat, ini jelas sebuah taktik. Mereka menilai serangan itu upaya sistematis untuk memutus arus informasi ke publik, terutama soal perkembangan di lapangan dan laporan-laporan kejahatan perang.
Akibatnya, siaran televisi nasional pun padam mendadak.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali
Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua
Ayatollah Alireza Arafi Ditunjuk Masuk Dewan Kepemimpinan Sementara Iran