Bencana banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tentu saja meninggalkan duka mendalam. Bukan hanya bagi masyarakat umum, tapi juga bagi para guru yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan. Nasib mereka kini jadi sorotan.
Satriwan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), dengan tegas menyuarakan hal ini. Menurutnya, pemerintah pusat harus memberikan perhatian lebih serius kepada para pengajar di daerah terdampak itu.
Ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).
Bayangkan saja. Bencana itu tak cuma merenggut harta benda. Bagi seorang guru, menyaksikan sekolah tempatnya mengabdi hanyut, rumah beserta perangkat belajar lenyap, adalah pengalaman yang sangat traumatis. Bekasnya bisa tertanam lama di benak.
Karena itulah, Satriwan mendesak adanya bentuk kepedulian yang konkret.
Artikel Terkait
Pemprov Jateng Berangkatkan 325 Bus Mudik Gratis untuk 19 Ribu Perantau
Jepang Pertimbangkan Izin Kapal Asing untuk Angkut Cadangan Minyak
Skema One Way Trans Jawa Efektif Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026
Dermaga Pelabuhan Merak Padat Pemudik, Petugas Siaga Antisipasi Macet Total