Ia tak menyembunyikan kekagumannya pada sistem pendidikan di Gontor. “Saya bangga. Santri di sini tidak hanya dapat ilmu, tapi juga menemukan keimanan, tujuan hidup, dan semangat pengabdian,” ungkap Ibas. Komitmennya sebagai wakil rakyat pun ia tegaskan: untuk terus menampung dan mengawal aspirasi dunia pesantren. Tujuannya agar proses pendidikan bisa berjalan optimal, khidmat, dan melahirkan generasi unggul yang bermanfaat.
“Mohon doa dan restu agar kita bisa terus berjuang untuk Indonesia,” pintanya.
Kunjungan Ibas disambut hangat. Turut hadir pimpinan pondok, KH Hasan Abdullah Sahal dan KH M. Akrim Mariyat, beserta jajaran pengasuh dan santri. Dalam kesempatan itu, KH Hasan Abdullah Sahal menyoroti peran vital pesantren.
Ia menekankan, pesantren punya tanggung jawab membangun kecerdasan sekaligus menanamkan kecintaan pada Indonesia. Seluruh elemen bangsa, dari rakyat hingga pemimpin, harus kompak menjaga persatuan dan memperkuat karakter generasi muda. Kemampuan membaca dinamika global dengan bijak, kata dia, juga mutlak diperlukan untuk kemandirian dan kerukunan nasional.
Pada kesempatan yang penuh kehangatan itu, KH Hasan Abdullah Sahal juga memanjatkan doa untuk Ibas. Beliau mendoakan agar Ibas diberi keikhlasan, kekuatan, kesabaran, dan keteguhan dalam mengabdi. Juga umur panjang, rezeki yang lapang, serta keturunan yang bisa melanjutkan perjuangan untuk kemaslahatan umat dan negara.
Melalui momen Ramadan ini, harapan Ibas jelas. Ia ingin hubungan negara dan pesantren kian erat. Sinergi itu, ia yakin, akan membangun generasi Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu, dan punya semangat pengabdian tinggi demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Usulkan Haul Tahunan untuk Ulama Betawi di Monas
Harga Emas Melonjak Tajam Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Gubernur Jateng Tinjau Gerakan Pangan Murah di Grobogan Jelang Lebaran 2026
Menko Pangan Tegaskan Impor Beras AS 1.000 Ton Hanya untuk Kebutuhan Khusus