"Inilah yang nanti akan kita saksikan, Istiqlal semakin tua semakin cantik. Ini kabar gembira," kata Nasaruddin Umar penuh semangat.
Di sisi lain, Menag menegaskan peran Istiqlal yang lebih dari sekadar tempat ibadah. Ia menyebutnya sebagai wahana pemersatu dan melting pot bangsa Indonesia. Contohnya, partisipasi komunitas Tionghoa dalam menyemarakkan Ramadhan menjadi bukti nyata kolaborasi lintas budaya itu.
Pelayanan ke umat juga terus ditingkatkan. Ada konsultasi keagamaan gratis soal zakat dan masalah Islam lainnya, yang dipimpin doktor lulusan Al-Azhar. Layanan konseling keluarga dengan psikolog juga tersedia tanpa biaya.
Yang menarik, Istiqlal juga membuka berbagai kursus bahasa. Mulai dari Inggris, Prancis, Mandarin, Arab, sampai bahasa Aramaic. Pelatihan keterampilan untuk jamaah pun diselenggarakan.
Di akhir pernyataannya, Menag mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketenangan masjid. Ia juga mengajak untuk memakmurkannya dengan shalat fardu, terlebih di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Perayaan ulang tahun yang digagas Badan Pengelola Masjid Istiqlal dan Istiqlal Global Fund itu ditutup dengan acara potong tumpeng dan buka puasa bersama.
Artikel Terkait
Idul Fitri 2026 Diprediksi Jatuh pada 21 Maret, Libur Panjang hingga Satu Pekan
Lippo Cikarang (LPCK) Capai Target Penjualan Rp1,65 Triliun, Pendapatan Melonjak 133%
MK Hapus Frasa Tidak Langsung dalam Pasal 21 UU Tipikor untuk Cegah Pasal Karet
Dubes Iran di Jakarta Tolak Signifikansi Reza Pahlavi Usai Wafatnya Khamenei