Sore ini, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana. Rapat terbatas itu digelar untuk membahas langkah-langkah mitigasi, terutama menyusul memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Intinya, bagaimana Indonesia mengantisipasi dampak dari perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, usai rapat, mengonfirmasi hal tersebut. Menurutnya, situasi di kawasan itu memang jadi perhatian utama.
"Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,"
Bahlil menjelaskan, ancaman penutupan selat strategis itu bisa mengganggu pasokan minyak global. Dan Indonesia, yang masih melakukan impor, tentu harus bersiap.
Dia juga berencana membahas persoalan ini lebih lanjut dengan Dewan Ekonomi Nasional. Alasannya sederhana: dampaknya sudah mulai terasa.
"Nanti, saya besok insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan. Perlahan-perlahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,"
Artikel Terkait
Idul Fitri 2026 Diprediksi Jatuh pada 21 Maret, Libur Panjang hingga Satu Pekan
Lippo Cikarang (LPCK) Capai Target Penjualan Rp1,65 Triliun, Pendapatan Melonjak 133%
MK Hapus Frasa Tidak Langsung dalam Pasal 21 UU Tipikor untuk Cegah Pasal Karet
Dubes Iran di Jakarta Tolak Signifikansi Reza Pahlavi Usai Wafatnya Khamenei