Di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin lalu, suasana terasa serius namun penuh koordinasi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat besar lintas kementerian dan lembaga. Tujuannya satu: menyiapkan pengamanan maksimal untuk mudik dan Lebaran tahun ini. Tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' bukan sekadar slogan, melainkan target yang harus diwujudkan bersama.
Jenderal Sigit langsung menekankan poin krusial. Dia menginstruksikan Densus 88 Antiteror untuk meningkatkan kewaspadaan ke level tertinggi. Pencapaian tiga tahun berturut-turut tanpa serangan teror sejak 2023 adalah rekor yang tak boleh ternodai. “Ini capaian yang harus kita pertahankan,” tegasnya.
“Terkait aksi teror, ini tentu jadi perhatian utama kita,” ujar Sigit dalam paparannya.
“Dari 2023 sampai 2025 kemarin, kita berhasil mencegah serangan. Artinya, berbagai upaya seperti "preventive strike" kita lakukan terus.”
Dia tak sekadar bicara teori. Data konkret diajukan. Sepanjang 2025 saja, 51 tersangka teroris telah diamankan. Bahkan saat arus mudik tahun lalu, tujuh target berhasil diamankan sebelum sempat beraksi. Nyata.
Namun begitu, ancaman itu belum sirna. Justru makin rumit. Polri saat ini masih memantau pergerakan lebih dari 13 ribu target yang masuk radar. Situasi geopolitik global yang memanas, terutama di Timur Tengah, jadi faktor penguat kekhawatiran.
“Ini harus jadi perhatian ekstra,” tutur Sigit.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Range Rover Rp 8,5 M, KPK Apresiasi
Kejagung Ajukan Banding, Sebut Vonis Korupsi Minyak 2018-2023 Terlalu Ringan
Menteri Pertahanan Israel Tandai Pemimpin Hizbullah sebagai Target Eliminasi
Luhut Kenang Keteladanan dan Loyalitas Try Sutrisno di Pemakaman Terakhir