“Konflik global berpotensi memicu geliat di dalam negeri. Apalagi dengan isu bendera merah dari Iran sebagai simbol pembalasan. Ini PR besar bagi Densus untuk mempertahankan "Zero Terrorist Attack".”
Di sisi lain, rapat itu sendiri dihadiri oleh deretan pejabat puncak. Mulai dari Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Tak ketinggalan perwakilan TNI, BNPB, BMKG, dan direksi BUMN seperti Pertamina dan Jasa Marga. Total 302 peserta hadir langsung, ditambah puluhan Kapolda dan Kapolres yang ikut virtual.
Sinergi, menurut Sigit, adalah kunci. Instruksinya jelas: jajaran Polri harus berkolaborasi penuh dengan intelijen, TNI, dan Pemda. “Tolong, ini betul-betul kerja sama yang baik,” pinta dia.
“Koordinasi dengan TNI dan Pemda sangat vital, terutama untuk pemantauan dan pendataan ulang kelompok yang kita ikuti pergerakannya.”
Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Sigit bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai wakilnya, sementara Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho memimpin pelaksanaan teknis di lapangan. Semua sudah siap.
Pesan akhirnya sederhana tapi berat: kolaborasi total seluruh pemangku kepentingan untuk melayani puluhan juta masyarakat yang mudik dan merayakan Idul Fitri 1447 H. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi kerja kolektif. Agar keluarga benar-benar bahagia.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Range Rover Rp 8,5 M, KPK Apresiasi
Kejagung Ajukan Banding, Sebut Vonis Korupsi Minyak 2018-2023 Terlalu Ringan
Menteri Pertahanan Israel Tandai Pemimpin Hizbullah sebagai Target Eliminasi
Luhut Kenang Keteladanan dan Loyalitas Try Sutrisno di Pemakaman Terakhir