Malam harinya, usai salat Tarawih, suasana berubah lebih santai tapi penuh substansi. Di sebuah kafe bernama Kafe Aming, AHY duduk bersama anak-anak muda dari generasi Z dan milenial. Mereka datang dari berbagai kampus dan unsur mahasiswa di Singkawang. Diskusi mengalir tentang aspirasi pembangunan dan tantangan yang mereka lihat ke depan.
Keesokan harinya, Selasa (3/3), fokus beralih ke budaya. AHY akan menghadiri pembukaan Festival Cap Go Meh dan menyaksikan langsung kemeriahan Pawai Tatung sebuah ikon budaya yang sudah jadi magnet wisata nasional. Kehadirannya ini bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, ini bentuk pengakuan dan dukungan terhadap tradisi masyarakat Tionghoa yang telah berabad-abad menyatu dengan identitas daerah.
Di balik semua kegiatan ini, ada satu benang merah yang ingin ditegaskan pemerintah: sinergi. Pemerintah pusat dan daerah harus terus bersinergi untuk mengawal proyek-proyek strategis agar tepat sasaran dan hasilnya langgeng.
Rombongan AHY dalam kunjungan ini termasuk Deputi Nazib Faizal; Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra; serta Irjen Pol. Arif Rachman.
Pada akhirnya, kunjungan singkat ini punya pesan ganda. Di satu sisi, ia menegaskan komitmen merawat harmoni sosial dan kekayaan budaya. Di sisi lain, ia adalah cara untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Kalbar berjalan terpadu, bukan sekadar wacana. Tujuannya satu: kemajuan dan kesejahteraan untuk semua.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Masa Berkabung Nasional untuk Wapres Keenam Try Sutrisno
Masjid Istiqlal Siap Dipercantik dengan Teknologi dan Penataan Kawasan
Mantan Sekjen Kemendikbudristek Ungkap Pencopotan Jabatan Usai Wawancara dengan Nadiem
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Kapal di Samudra Hindia