Harapan dunia internasional agar PBB bisa bertindak tegas menanggapi serangan militer AS dan Israel di Iran, menurut seorang mantan diplomat Indonesia, kemungkinan besar akan mentok. Realitas politik di Dewan Keamanan, dengan hak veto yang dipegang Amerika, seringkali menjadi batu sandungan utama.
Dian Wirengjurit, yang pernah bertugas sebagai Dubes RI untuk Iran, menyoroti hal ini. Pengalamannya di dunia diplomasi menunjukkan AS punya kecenderungan kuat untuk melindungi kepentingannya sendiri dan sekutu-sekutunya dalam hal ini, Israel di setiap forum internasional.
“Diplomasi itu katanya suka bermain di balik kata-kata. Jadi itulah yang sedang diupayakan, bahwa tindak lanjutnya mungkin kecil,” ujar Dian.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam merancang sebuah resolusi, pilihan diksi sangat krusial. Bahasa yang dianggap terlalu keras atau konfrontatif hampir pasti akan ditolak. Alhasil, ruang gerak Dewan Keamanan untuk menghasilkan resolusi yang secara gamblang mengutuk serangan tersebut jadi sangat terbatas.
Artikel Terkait
Kontak dengan Kerb Buriram Sebabkan Ban Kempes dan Gagalkan Balapan Marquez
Polres Bogor Tangani Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Disabilitas di Citerup
Jenazah Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Usai Prosesi Khidmat di Masjid Agung Sunda Kelapa
Penganiayaan ART di Sunter Terungkap, Dipicu Pelecehan Tempat Ibadah