Di balik layar, persiapan acara ini cukup masif. Chef Aidil Usman mengungkapkan, gerakan ini menyiapkan 1,5 ton rendang! Untuk mendukung produksi berkelanjutan, mereka telah menyiapkan puluhan wajan, kompor, dan tungku sebagai investasi jangka panjang.
Bagi Aidil, rendang bukan cuma makanan. Ia adalah representasi nilai-nilai luhur: kesabaran, kebersamaan, dan penghargaan tinggi terhadap proses.
Acara yang dihadiri sejumlah tokoh seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, serta budayawan Inayah Wahid ini ingin menyampaikan pesan kuat. Pemajuan kebudayaan bukan cuma soal pelestarian, tapi juga aksi nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, kekayaan budaya bisa jadi solusi kemanusiaan sekaligus penguat solidaritas.
Harapannya ke depan, kolaborasi semacam ini bisa terus tumbuh. Menjadikan kebudayaan sebagai pemersatu dan penggerak kepedulian yang nyata.
Artikel Terkait
Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata
Trio Pejabat Iran Ambil Alih Kepemimpinan Sementara Pasca Wafatnya Khamenei
Jenazah Try Sutrisno Tiba di Rumah Duka, Disemayamkan Sebelum Dimakamkan di Kalibata
Harga Emas Antam Naik Rp 50.000 per Gram di Awal Pekan