Gairah perdagangan di perbatasan mulai terasa. Baru-baru ini, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau jadi gerbang bagi ratusan kilogram ikan segar asal Kapuas Hulu yang menyeberang ke Sarawak, Malaysia. Ini adalah kerja nyata Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP RI) untuk mendorong ekonomi warga.
Ikan-ikan itu totalnya 530 kilogram, dengan nilai jual mencapai Rp85 juta. Jenisnya beragam, mulai dari betutu, jelawat, kelabau, hingga patin, tapah, dan tengalan. Sebelum berangkat, tentu saja ada pemeriksaan ketat. Petugas karantina memastikan semua dokumen lengkap dan kondisi ikan benar-benar sehat serta aman untuk dikonsumsi.
Setelah dinyatakan lolos, barulah kiriman tersebut melintas. Prosesnya berjalan lancar berkat koordinasi antar instansi di PLBN Badau, yang menyatukan layanan kepabeanan, keimigrasian, dan karantina.
Menurut Adrian, Kepala Satuan Pelayanan BKHIT di PLBN Badau, momen ekspor ini bukan sekadar angka. "Ini bukti konkrit peran kawasan perbatasan sebagai penggerak ekonomi," ujarnya.
Ia menambahkan, "Ekspor komoditas perikanan ini merupakan implementasi nyata peran masyarakat dan CIQ. Tujuan hadirnya PLBN ya untuk menggerakkan roda perekonomian. Tugas kami memastikan produk yang dikirim aman dan sehat sesuai aturan." Pernyataan itu disampaikannya pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Artikel Terkait
Dokumen Ungkap Upaya Terakhir Epstein Beli Istana Rp248 M Sebelum Ditangkap
Trump Umumkan Operasi Militer AS Skala Besar Dimulai di Iran
Polres Bogor Realisasikan Program Bedah Rumah ASRI untuk 13 Hunian Tidak Layak
AS dan Israel Luncurkan Serangan Besar, Desak Rakyat Iran Gulingkan Rezim