Dia lantas menyoroti sektor penerbangan. Dalam situasi perang yang melibatkan rudal jarak jauh, lintasan pesawat jadi sulit diprediksi. AHY berharap gangguan tidak terlalu besar, tapi realistis. Setiap maskapai, katanya, harus mengutamakan keselamatan. Mereka perlu menghitung ulang rute penerbangan dengan lebih waspada.
“Faktor keselamatan nomor satu,” tegasnya.
Di sisi lain, menurut laporan dari lapangan, rentetan ledakan sempat mengguncang sejumlah negara Teluk Arab Bahrain, UEA, Qatar, hingga Kuwait tepat di lokasi-lokasi pangkalan militer AS. Iran sendiri menyebut serangan awal itu sebagai pelanggaran kedaulatan, lalu membalas dengan menarget pangkalan AS di wilayah tersebut. AS dan Israel beralasan serangan mereka untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran.
AHY menutup pernyataannya dengan harapan. Dia berharap ketegangan ini cepat mereda. Soalnya, kalau berlarut-larut, imbasnya akan kompleks. Bukan cuma soal kemanusiaan, tapi juga tantangan berat di ekonomi global dan pasokan energi.
“Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir,” pungkasnya. “Karena ini akan menyebabkan berbagai masalah yang berat.”
Artikel Terkait
Taliban Tawarkan Dialog ke Pakistan di Tengah Korban Berjatuhan di Perbatasan
Jadwal Imsak dan Salat untuk Jakarta dan Kepulauan Seribu Hari Ini, 1 Maret 2026
Netanyahu Klaim Serangan Hancurkan Kompleks Khamenei, Iran Bungkam
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Surabaya 1 Maret 2026