Suasana di perbatasan Afghanistan dan Pakistan masih tegang. Bentrokan bersenjata yang pecah beberapa hari lalu meninggalkan korban di kedua belah pihak. Namun, di tengah panasnya situasi, Kabul justru mengulurkan tangan untuk berdamai.
Pemerintah Taliban, yang kini memegang kendali di Afghanistan, menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan perselisihan ini lewat jalur diplomasi. Mereka terbuka untuk duduk bersama dalam sebuah dialog dengan Pakistan.
“Kami sudah berkali-kali menekankan soal solusi damai. Hingga sekarang, kami masih ingin masalah ini diselesaikan lewat perbincangan,” ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah konferensi pers di Kandahar, Sabtu lalu.
Menurut Mujahid, meski tawaran dialog disampaikan, pesawat militer Pakistan masih terlihat mengudara di wilayah Afghanistan. Ini terjadi beberapa jam setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke sejumlah kota, termasuk Kabul dan Kandahar.
Korban jiwa pun berjatuhan. Dari pihak Afghanistan, sedikitnya 13 tentara dilaporkan tewas dan 22 lainnya luka. Tidak hanya itu, sekitar 13 warga sipil juga mengalami cedera dalam insiden tersebut.
Mujahid terlihat kesal. Dia menilai Pakistan sepertinya tidak punya kemauan untuk menyelesaikan masalah secara damai. “Mereka tidak menunjukkan itikad baik untuk dialog,” katanya.
Di sisi lain, Taliban juga mengklaim memberi pukulan balasan yang keras. Mereka menyebut 55 tentara Pakistan tewas dan banyak yang terluka. Sebanyak 19 pos militer di perbatasan dikatakan hancur.
“Kami saat ini memegang 23 jenazah tentara Pakistan. Beberapa lainnya kami tahan, dan jumlah pastinya akan kami umumkan kemudian,” sebut Mujahid tegas.
Soal tuduhan Pakistan bahwa kelompok Taliban Pakistan menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis serangan, Mujahid membantahnya mentah-mentah. Klaim itu, katanya, tidak berdasar.
Bentrokan sengit antara kedua negara tetangga ini mulai memanas sejak Kamis malam. Awalnya, Kabul melancarkan serangan balasan ke Pakistan sebagai jawaban atas serangan udara yang dilakukan Islamabad.
Pakistan tak tinggal diam. Esok paginya, Jumat, mereka membalas dengan membombardir beberapa wilayah di Afghanistan. Ibu kota Kabul tidak luput, sama seperti Kandahar dan Paktia. Situasi kini masih belum pasti, meski tawaran damai telah mengambang di udara.
Artikel Terkait
JPPI Desak Pemberhentian dan Pencabutan Gelar Guru Besar Unpad Terduga Pelaku Pelecehan
NO NA Rilis Single Rollerblade Jelang Tampil di Festival Head In The Clouds 2026
Jaksa Tuntut Mantan Pejabat Kemendikbud 6-15 Tahun Penjara atas Korupsi Chromebook Rp 2,1 Triliun
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Langsung Diwarnai Pelanggaran di Berbagai Front